Apabila
dipahami lebih jauh mengenai definisi Teknik Kimia, jelaslah
bahwa tujuan utama dari pendidikan Teknik Kimia adalah
mencetak sarjana yang mampu merancang dan mengoperasikan
peralatan proses secara handal, efisien dan produktif. Karena
itu tidaklah terlalu mengherankan bahwa pemakai terbesar
sarjana Teknik Kimia adalah industri proses, khususnya
industri kimia. Indonesia
berusaha meningkatkan peran industri di dalam menopang
perekonomian nasional yang sebelumnya didominasi oleh bidang
pertanian. Industri, khususnya industri kimia yang
dikembangkan di Indonesia ini diarahkan antara lain untuk:
 |
Menyokong
bidang pertanian : |
|
- Industri
berbagai macam pupuk :Urea, TSP, ZA
- Industri berbagai
macam pestisida
|
 |
Mengolah
bahan baku menjadi produk jadi atau setengah jadiuntuk
bahan baku |
|
industri
yan lain, baik untuk konsumen dalam negeri maupun ekspor: |
|
- Hasil hutan/Perkebunan
:Pulp, Kertas,
Karet Ban.
- Hasil minyak bumi
(Gas) : LNG, LPG, Methanol, PTA, Serat sintetis,
Berbagai macam bahan baku plastik dan polimer,
benzene dan lain-lain hasil produk industri produk
industri petrokimia, amonia, carbon black, dll.
- Hasil tambang :
Semen, tawas
|
 |
Menyediakan
bahan baku industri lainnya |
|
- Industri soda dan
khlor serta asam khlorida
- Industri asam
sulfat
- Industri alkohol
dan asam asetat
- Industri asam
sitrat, asam glutamat
- Industri asam
nitrat
- Industri aneka gas
: Oksigen, Nitrogen, Karbon Dioksida, Argon,
Hidrogen dll.
|
Melihat
perkembangan industri kimia di Indonesia akhir-akhir ini yang
sangat pesat karena didukung bahan baku yang melimpah antara
lain seperti Pulp kertas, semen, pupuk urea, serat sintetis,
dan produk industri petrokimia lainnya, ruang lingkup tugas
tersebut meliputi :
-
Penelitian
dan pengembangan
-
Perancangan
proses dan alat proses
-
Produksi
dan operasi pabrik
-
Management
proyek dan konstruksi pabrik
-
Management
lembaga swasta dan pemerintah
-
Konsultasi
teknik
-
Pendidikan
dan pelatihan
-
Pemasaran
bahan kimia dan peralatan proses
-
dll
Tugas
Sarjana Teknik Kimia pada Industri Teknik Kimia
Industri proses
seperti telah dijelaskan di atas merupakan pemakai terbanyak
dari sarjana Teknik Kimia. Tugas seorang insinyur/sarjana
Teknik Kimia yang bergerak dibidang ini antara lain :
Penelitian
Proses
Penelitian
proses adalah penelitian awal, skala bangku (bench scale)
yang dilakukan di laboratorium yang bertujuan untuk meneliti
kelayakan suatu proses baru dari segi teknis dan ekonomis,
pengumpulan data-data yang diperlukan untuk membuat pabrik
skala pilot dan untuk pembuatan simulasi proses dengan
komputer. Jadi penelitian proses adalah satu langkah lebih
maju dari penelitian eksplorasi dasar yang biasanya dilakukan
oleh ahli kimia murni. Tahap dari studi ini adalah sebagai
berikut :
-
Penelitian
Proses
-
Rekayasa
Proses Awal
-
Evaluasi
Proses Awal
Studi ini
dilakukan, dimulai dari penelitian awal laboratorium dan
disertai perhitungan-perhitungan teknik ekonomis, dimana
data-data teknik yang diperlukan diperoleh dari
penelitian-penelitian yang terpisah satu dengan yang lainnya,
baik diunit proses maupun di unit-unit operasionalnya, dan
dibantu pula dengan data-data sekunder dari literatur. Karena
itu hasil dari penelitian proses perlu dievaluasi dengan cara
membuat pabrik skala pilot untuk mengembangkan proses. Pengembangan
Proses Tahap-tahap
pekerjaan pengembangan proses adalah sebagai berikut :
-
Pengembangan
Proses
-
Rekayasa
final
-
Evaluasi
Proses Final
Program
pengembangan proses yang baik seharusnya sudah bisa memberikan
kepastian baik dari segi teknis-operasional maupun ekonomis,
karena dengan pengembangan proses ini akan didapatkan
data-data kondisi operasi yang lengkap serta kebutuhan jenis
dan ukuran peralatan-peralatan pembantu dan peralatan
kontrolnya. Perhitungan perancangan perlatan-peralatan proses
yang diperlukan dilanjutkan dengan evaluasi ekonomi.
Untuk
mendapatkan data-data teknis-operasional yang akurat, perlu
dibuat pabrik berskala pilot, yang ukurannya sudah terskala
dengan teliti. Dengan data-data dari pabrik berskala pilot
inidiadakan reevaluasi perhitungan-perhitungan teknik dan
ekonomis yang merupakan evaluasi proses final.
Hasil dari
pengembangan proses ini juga belum bisa memberikan kepastian
tentang seberapa besar keuntungan yang akan didapat bila hasil
dari pengembangan proses ini diterapkan ke skala pabrik.
Rekayasa
Proses
Untuk
memastikan berapa ongkos produksi yan diperlukan apabila
hasil pengembangan proses diterapkan pada skala pabrik perlu
adanya rekayasa proses, dimana perhitungan yang diperoleh dari
pengembangan proses diulang, neraca massa dan energi serta
ukuran alat dihitung lagi untuk kapasitas pabrik yang
diinginkan (scale up), kemudian evaluasi ekonomi
dilakukan lagi tetapi dengan menggunakan data yang berlaku
saat ini. Misalnya perlu dihitung biaya di unit evaporasi :
perlu diketahui berapa harga per kilogram upa pemanas pada
saat itu, berapa biaya proses pendinginan air dengan peralatan
pendingin air dengan peralatan pendingin yan tersedia di pasar
waktu itu, berapa harga evaporator, pompa dan sistem vacuum,
pipa-pipa, isolasi, sistem kontrol, tenaga kerja, bahan baku,
bahan pembantu dan lainnya pada waktu itu. Itu semua adalah
contoh komponen yang harus dihitung untuk kepastian berapa
nantinya ongkos produksi di unit evaporasi yang dibutuhkan. Analisa
Ekonomi Perusahaan
didirikan dengan tujuan utama mencari keuntungan, karena
itu faktor ekonomi memegang peranan penting. Seoran insinyur
teknik kimia diindustri proses harus berfikir dengan orientasi
ekonomi, bagaimana caranya agar perusahaan mendapat keuntungan
sebesar mungkin tanpa meninggalkan kode etik (Peersatuan
Insinyur Teknik Kimia Amerika Serikat sudah mempunyai yang
harus dipegang teguh yang mencakup berbagai bidang kemanusiaan
dan lingkungan). Karena itu hasil perhitungan dari insinyur
rekayasa proses perlu faktor eksternal di dalam perhitungan
ekonomi. Beberapa
faktor eksternal yang perlu dimasukkan antara lain harga dan
kualitas bahan baku dan bahan pembantu, harga produk sejenis
dipasaran beserta perbandingan kualitasnya, bunga bank, berapa
besar depresiasi alat, ongkos transportasi dan lainnya
selengkap mungkin untuk bisa menghitung dan menyajikan
berbagai kemungkinan yang nantinya bisa dipakai sebagai bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan, untuk memperoleh
proses yang bisa menghasilkan keuntungan terbesar bagi
perusahaan. Rekayasa
Proyek dan Konstruksi Setelah
diputuskan untuk disetujui, suatu rancangan pabrik perlu
dipelajari oleh para insinyur Teknik Kimia yang bekerja di
bidang rekayasa proyek dan konstruksi. Insinyur tersebut
harus meneliti setiap bagian rancangan. Mungkin juga harus
mengubah lagi tipe peralatan, jenis material yan paling cocok
dan ekonomis pada proyek. Menentukan bentuk bangunan yan
diperlukan, penempatan peralatan dan bangunan (lay out alat
dan bangunan) agar operasi dan pengontrolan pabrik bisa dengan
mudah dilakukan serta eknomis, kemudian dibuatkan gambar
konstruksinya dengan bangunan insinyur sipil dan arsitek serta
sekaligus mengestimasi ongkos bangunannya. Kemudian dia harus
membuat jadual pembelian peralatan dan material proses serta
utilitasnya, menjadwalkan pembangunan gudang peralatan yang
ada pada saat konstruksi sangat diperlukan untuk mengamankan
peralatan yang sudah dibeli, menjadwalkan pembangunan gedung
untuk pabriknya sendiri. Operasi
Pabrik Pabrik
selesai dibuat dan siap dijalankan, tapi apakah bisa langsung
beroperasi secara mulus, operator duduk dan mencatat data di
ruang kontrol (di belakang meja saja), supervisor setiap malam
pulas tidur di rumah. Hal yang terjadi jauh dari pekerjaan
enak tersebut, tetapi bisa sangat menarik karena penuh dengan
hal-hal baru dan kadang-kadang tak terduga, bahkan kadang
perlu diadakan perubahan peralatan di sana-sini. Seorang
insinyur Teknik Kimia yang bekerja sebagai operator pabrik,
pada saat trial run (uji jalannya pabrik baru) mungkin
harus bekerja 24 jam sehari selama berhari-hari sampai
beberapa minggu, hingga tidak timbul masalah-masalah baru,
sambil melatih anak buahnya semua (yang bekerja 3 shift).
Setelah anak buahnya sudah tahu dan lancar mengerjakan apa
yang harus dilakukan secara rutin, dan mengetahui
tindakan-tindakan apa yang harus diambil bila terjadi suatu
masalah, mulai saat itu sang insinyur bisa sedikit santai,
banyak duduk di belakang mejamengamati dan mempelajari
data-data operasi yang dilaporkan anak buahnya. Dengan
data-data operasi harian, insinyur Teknik Kimia harus bisa
mengevaluasi kinerja alat dan proses dan mengambil
keputusan-keputusan seperti mengubah kondisi operasi : suhu,
tekanan, konsentrasi komponen dan sebagainya. Bahkan kalau
perlu harus membongkar dan memperbaiki/membersihkan
peralatan-peralatan yang dinilai sudah tidak ekonomis lagi
kinerjanya. Semua itu dilakukan agar operasi pabrik berjalan
pada kondisi optimal dan ongkos produksi yang minimal.
Namun
demikian, sebetulnya masih ada tugas lain yang membutuhkan
pemikiran mendalam, kadang-kadang perhitungan rumit yaitu
selalu berusaha agar pabrik yang ditanganinya berjalan mulus
dan efisien, mungkin dengan cara menambah peralatan atau
mengubah kondisikondisi operasi ataupun mengefisienkan anak
buahnya. Dengan selalu berupaya agar lebih baik dan efisien
ini justru pengalamannya akan bertambah, bisa dimanfaatkan
untuk menangani perancangan pabrik baru yang sejenis, yang
pasti lebih efisien dibandingkan yang lama yang telah dia
ketahui kelemahan-kelemahannya, sehingga bisa diperbaiki pada
pabrik yang baru.
Dengan
melihat tugas yang berat tersebut, seorang mahasiswa calon
insinyur Teknik Kimia haruslah menyadari, bahwa masa kuliah
adalah masa pembekalan dirinya sendiri dengan ilmu keteknikan
dan pengalaman dalam bidang yang lain, pengalaman ini sering
menjadi bekal utama untuk sukses berkarya setelah lulus. Oleh
karena itu pengalaman yang dapat membentuk pribadi perlu
dikembangkan misalnya, kepemimpinan dan hubungan antar manusia.
|